VIRUS CORONA (COVID-19) - MATERI MINGGU KE 4
Virus Corona atau
severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang
menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut
COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan,
pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute
respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama
virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus
ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu
hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi
virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada
akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke
wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hal ini
membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam
rangka mencegah penyebaran virus Corona.
Coronavirus
adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak
kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.
Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti
infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS),
dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Gejala Virus
Corona (COVID-19)
Gejala awal infeksi
virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala
flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
Setelah itu, gejala bisa memberat. Pasien bisa mengalam demam tinggi, batuk
berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut
muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus
Corona.
Namun,
secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus
Corona, yaitu:
- Demam (suhu
tubuh di atas 38 derajat Celsius)
- Batuk
- Sesak napas
Menurut
penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah
terpapar virus Corona.
Kapan harus ke
dokter
Segera
lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona
(COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2
minggu setelah kontak dengan penderita COVID-19 atau berada di daerah yang
memiliki kasus COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19
di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Bila
Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda
tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit,
cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Penyebab Virus
Corona (COVID-19)
Infeksi
virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus
yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus
hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan
tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti
pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS),
dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada
dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun,
kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang
dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak sengaja menghirup
percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau
bersin
- Memegang mulut atau hidung
tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena
cipratan ludah penderita COVID-19
- Kontak jarak dekat dengan
penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus
Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau
bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang
yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis
Virus Corona (COVID-19)
Untuk
menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala
yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau
tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala
muncul.
Guna
memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan
berikut:
- Rapid test sebagai penyaring
- Tes usap tenggorokan untuk
meneliti sampel dahak (tes PCR)
- Rontgen dada untuk mendeteksi
infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan
Virus Corona (COVID-19)
Infeksi
virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang
dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus,
yaitu:
- Merujuk penderita COVID-19
untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
- Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang
aman dan sesuai kondisi penderita
- Menganjurkan penderita COVID-19
untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
- Menganjurkan penderita COVID-19
untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi
Virus Corona (COVID-19)
Pada
kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi
serius berikut ini:
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Infeksi sekunder pada organ
lain
- Gagal ginjal
- Acute cardiac injury
- Acute respiratory distress syndrome
- Kematian
Pencegahan
Virus Corona (COVID-19)
Sampai
saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus
Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang
terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda
terinfeksi virus ini, yaitu:
- Terapkan physical distancing, yaitu
menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar
rumah kecuali ada keperluan mendesak.
- Gunakan masker saat
beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
- Rutin
mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand
sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah
beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
- Tingkatkan daya tahan tubuh dengan
pola hidup sehat.
- Jangan menyentuh mata, mulut,
dan hidung sebelum mencuci tangan.
- Hindari kontak dengan penderita
atau orang yang dicurigai menderita COVID-19.
- Tutup mulut dan hidung dengan
tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
- Hindari berdekatan dengan orang
yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
- Jaga kebersihan benda yang
sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
Untuk
orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP
(orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa
langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain,
yaitu:
- Jangan keluar rumah, kecuali
untuk mendapatkan pengobatan.
- Bila ingin ke rumah sakit saat
gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk
menjemput.
- Lakukan isolasi mandiri dengan cara
tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak
memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang
digunakan orang lain.
- Larang dan cegah orang lain
untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
- Sebisa mungkin jangan melakukan
pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
- Hindari berbagi penggunaan alat
makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
- Pakai masker dan sarung tangan
bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
- Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.[1]
Post a Comment